1. Jelaskan pengertian dan fungsi dari softlink dan hardlink dalam sistem operasi linux (centOS)!
2. Berikan contoh para penggunaan softlink dan hardlink!
Jawab :
1.
Di Linux, link dibedakan menjadi dua:
-> Simbolic Link (symlink), yang juga disebut sebagai softlink. Sebenarnya prinsip kerja shortcut pada Windows lebih cocok dimiripkan dengan prinsip kerja symlink di Linux.
-> Hard Link. Link yang satu ini mungkin lebigh sering bermain di latar belakang dibandingkan dengan symlink yang cukup terkenal.
-> Simbolic Link (symlink), yang juga disebut sebagai softlink. Sebenarnya prinsip kerja shortcut pada Windows lebih cocok dimiripkan dengan prinsip kerja symlink di Linux.
-> Hard Link. Link yang satu ini mungkin lebigh sering bermain di latar belakang dibandingkan dengan symlink yang cukup terkenal.
kedua
jenis link tersebut tidak saling bersaing, dan pemakainya sangat
tergantung dengan kondisi yang dihadapi. pada bahasan kali ini kita akan
melihat symlink.
Symbolic Link
Symlink disebut juga dengan softlink. Kedua istilah tersebut akan kita gunakan berganti-ganti pada tulisan ini. Secara sederhana, sebuah symlink adalah file spesial yang merujuk ke file lain. Berikut ini adalah contoh symlink di filesystem :
Symlink disebut juga dengan softlink. Kedua istilah tersebut akan kita gunakan berganti-ganti pada tulisan ini. Secara sederhana, sebuah symlink adalah file spesial yang merujuk ke file lain. Berikut ini adalah contoh symlink di filesystem :
$ ls -al /
Dari contoh keluaran perintah tersebut di komputer Saya, bisa kita lihat bahwa terdapat tiga symlink (diatndai dengan warna biru secara default), yaitu :
- -> initrd.img -> boot/initrd.img-3.13.0-76-generic
- -> scripts -> /usr/share/initramfs-tools/scripts/
- -> vmlinuz -> boot/vmlinuz-3.13.0-76-generic
Karena hanya merujuk, maka ukurunya pun kecil. Hanya beberapa byte sampai puluhan byte saja. Di Linux, symlink merupakan salah satu dari tujuh tipe file yang dikenal. Perhatikanlah keluaran dari perintah ls -al sebelumnya :
Pada
kolom pertama, kita bisa lihat bahwa karakter pertama dari kolom
tersebut, yang digunakan untuk menuliskan simbol tipe file, kita akan
menemukan karekter 1 untuk setiap symlink.
Sementara hak akses–sembilan karakter sisanya pada kolom pertama tersebut–pada sebuah symlink akan mengacu kepada hak akses file yang ditunjuk. Dengan demikian, bukan berarti bahwa symlink/vmlinuz pada contoh dapat ditulis oleh siapa saja. Apapun operasi yang dilakukan pada sebuah symlink, maka kita akan melakukan operasi pada file yang ditunjuk.
Pada
kolom pertama, kita bisa lihat bahwa karakter pertama dari kolom
tersebut, yang digunakan untuk menuliskan simbol tipe file, kita akan
menemukan karekter 1 untuk setiap symlink.
Sementara
hak akses–sembilan karakter sisanya pada kolom pertama tersebut–pada
sebuah symlink akan mengacu kepada hak akses file yang ditunjuk. Dengan
demikian, bukan berarti bahwa symlink/vmlinuz pada contoh dapat ditulis
oleh siapa saja. Apapun operasi yang dilakukan pada sebuah symlink, maka
kita akan melakukan operasi pada file yang ditunjuk.
Apabila
suatu symlink mengacu kepada file yang tidak ada lagi, misal ketika
file yang ditunjuk telah dihapus, maka kita akan menyaebut symlink
tersebut sebagai broken symlink atau broken link saja. Program ls akan
menandai broken link dengan nama file diwarnai dengan merah. Berbeda
dengan symlink yang tidak broken, yang ditandai dengan warna biru.
Apa sebenarnya kegunaan symlink? Berikut ini adalah contohnya:
- ->
Membuat shortcut ke file yang tersimpan di dalam tree yang dalam.
tujuannya agar mudah diakses atau mudah untuk dibuka oleh user.
- ->
Membuat shortcut ke file yang tersimpan di path yang tidak
standar/tidak dalam path. Misal, binaary-binary aplikasi disimpan di
/usr/lib/xxx/bin. Agar bisa diakses tanpa mengubah path, maka dibuatlah
symlink dari semua file di /usr/lib/xxx/bin ke /usr/bin/.
- ->
Untuk membuat penamaan ssuatu file lebih pendek, atau untuk membuat
nama general. Ini sangat umum ditemukan di pustaka sistem. Lihatlah
contoh sebagian isi /lib berikut:
- $ ls -al /lib/libc*
Kalau kita perhatikan contoh tersebut, /lib/libcryptsetup.so.4 sebenarnya mengacu ke /lib//lib/libcryptsetup.so.4.5.0. Umunya, orang akan mencari libcryptsetup.so.4 dan bukannya libcryptsetup.so.4.5.0. Dan, walaupun libc yang digunakan sudah bukan libcryptsetup.so.4 (misalnya lebih tinggi), yang digunakan sebagai libc tetaplah libcryptsetup.so.4.5.0.
- ->
Digunakan sebagai binary alternative pada sistem yang mendukung sistem
binary alternatif (misalnya Debian). Di Debian, terdapat alternatif
dengan nama editor, dimana executablenya disimpan /usr/bin/editor.
Debian menyimpan informasi untk /usr/bin/editor, yang bisa saja me-link
ke vim, ed ataupun yang lain. Pada sistem konvensionalpun, yang
katakanlah tidak mengenal konsep alternatif, umumnya sistem menyediakan
/bin/sh yang me-link ke /bin/bash misalnya.
- ->
Digunakan oleh multi-call binary seperti busybox. Busybox adalah sebuah
binary yang di dalamnya telah tersimpan multifungsi. Salah satu cara
untuk memanggil fungsi busybox adalah dengan membuat symlink dengan nama
fungsi yang diinginkan ke binary busybox. Begitu symlink dipanggil,
maka busybox akan dijalankan sesuai nama symlink-nya.
Pembuatan symlink
Untuk membuat symlink, gunakanlah perintah ln dengan parameter -s. Contoh berikut ini ingin membuat sysmlink dari /bin/bash ke direktori aktif dengan nama yang sama:
$ ln -s /bin/bash
Untuk membuat symlink, gunakanlah perintah ln dengan parameter -s. Contoh berikut ini ingin membuat sysmlink dari /bin/bash ke direktori aktif dengan nama yang sama:
$ ln -s /bin/bash

Kesalahan akan terjadi apabila file telah tersedia:
$ ln -s /bin/bash bash2

Pengguna dapat memaksa agar pembuatan symlink dilakukan secara paksa walaupun sudah terdapat file dengan nama yang sama, dengan memberikan opsi -f. Sebagau contoh :
$ ln -sf /bin/bash bash3

Kapankah menggunakan symlink? Jawabannya adalah setiap saat Anda membutuhkan fungsionalitas seperti pada contoh kegunaan symlink yang sudah dibahas sebelumnya. Atau, umumnya, kapan saja Anda membutuhkan fungsionalitas link/shortcut.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar