Sabtu, 05 Oktober 2019

SOFTLINK and HARDLINK

Soal Tugas Laporan :

1. Jelaskan pengertian dan fungsi dari softlink dan hardlink dalam sistem operasi linux (centOS)!
2. Berikan contoh para penggunaan softlink dan hardlink!

Jawab :
1.
Di Linux, link dibedakan menjadi dua:
-> Simbolic Link (symlink), yang juga disebut sebagai softlink. Sebenarnya prinsip kerja shortcut pada Windows lebih cocok dimiripkan dengan prinsip kerja symlink di Linux.
-> Hard Link. Link yang satu ini mungkin lebigh sering bermain di latar belakang dibandingkan dengan symlink yang cukup terkenal.
kedua jenis link tersebut tidak saling bersaing, dan pemakainya sangat tergantung dengan kondisi yang dihadapi. pada bahasan kali ini kita akan melihat symlink.
Symbolic Link
Symlink disebut juga dengan softlink. Kedua istilah tersebut akan kita gunakan berganti-ganti pada tulisan ini. Secara sederhana, sebuah symlink adalah file spesial yang merujuk ke file lain. Berikut ini adalah contoh symlink di filesystem :
$ ls -al /
ls-al
Dari contoh keluaran perintah tersebut di komputer Saya, bisa kita lihat bahwa terdapat tiga symlink (diatndai dengan warna biru secara default), yaitu :
    -> initrd.img -> boot/initrd.img-3.13.0-76-generic
    -> scripts -> /usr/share/initramfs-tools/scripts/
    -> vmlinuz -> boot/vmlinuz-3.13.0-76-generic
Karena hanya merujuk, maka ukurunya pun kecil. Hanya beberapa byte sampai puluhan byte saja. Di Linux, symlink merupakan salah satu dari tujuh tipe file yang dikenal. Perhatikanlah keluaran dari perintah ls -al sebelumnya :
ls-al2
Pada kolom pertama, kita bisa lihat bahwa karakter pertama dari kolom tersebut, yang digunakan untuk menuliskan simbol tipe file, kita akan menemukan karekter 1 untuk setiap symlink.
Sementara hak akses–sembilan karakter sisanya pada kolom pertama tersebut–pada sebuah symlink akan mengacu kepada hak akses file yang ditunjuk. Dengan demikian, bukan berarti bahwa symlink/vmlinuz pada contoh dapat ditulis oleh siapa saja. Apapun operasi yang dilakukan pada sebuah symlink, maka kita akan melakukan operasi pada file yang ditunjuk.
Pada kolom pertama, kita bisa lihat bahwa karakter pertama dari kolom tersebut, yang digunakan untuk menuliskan simbol tipe file, kita akan menemukan karekter 1 untuk setiap symlink.
Sementara hak akses–sembilan karakter sisanya pada kolom pertama tersebut–pada sebuah symlink akan mengacu kepada hak akses file yang ditunjuk. Dengan demikian, bukan berarti bahwa symlink/vmlinuz pada contoh dapat ditulis oleh siapa saja. Apapun operasi yang dilakukan pada sebuah symlink, maka kita akan melakukan operasi pada file yang ditunjuk.
Apabila suatu symlink mengacu kepada file yang tidak ada lagi, misal ketika file yang ditunjuk telah dihapus, maka kita akan menyaebut symlink tersebut sebagai broken symlink atau broken link saja. Program ls akan menandai broken link dengan nama file diwarnai dengan merah. Berbeda dengan symlink yang tidak broken, yang ditandai dengan warna biru.
Apa sebenarnya kegunaan symlink? Berikut ini adalah contohnya:
    -> Membuat shortcut ke file yang tersimpan di dalam tree yang dalam. tujuannya agar mudah diakses atau mudah untuk dibuka oleh user.
    -> Membuat shortcut ke file yang tersimpan di path yang tidak standar/tidak dalam path. Misal, binaary-binary aplikasi disimpan di /usr/lib/xxx/bin. Agar bisa diakses tanpa mengubah path, maka dibuatlah symlink dari semua file di /usr/lib/xxx/bin ke /usr/bin/.
      -> Untuk membuat penamaan ssuatu file lebih pendek, atau untuk membuat nama general. Ini sangat umum ditemukan di pustaka sistem. Lihatlah contoh sebagian isi /lib berikut:

      $ ls -al /lib/libc*
ls-allib
Kalau kita perhatikan contoh tersebut, /lib/libcryptsetup.so.4 sebenarnya mengacu ke /lib//lib/libcryptsetup.so.4.5.0. Umunya, orang akan mencari libcryptsetup.so.4 dan bukannya libcryptsetup.so.4.5.0. Dan, walaupun libc yang digunakan sudah bukan libcryptsetup.so.4 (misalnya lebih tinggi), yang digunakan sebagai libc tetaplah libcryptsetup.so.4.5.0.
        -> Digunakan sebagai binary alternative pada sistem yang mendukung sistem binary alternatif (misalnya Debian). Di Debian, terdapat alternatif dengan nama editor, dimana executablenya disimpan /usr/bin/editor. Debian menyimpan informasi untk /usr/bin/editor, yang bisa saja me-link ke vim, ed ataupun yang lain. Pada sistem konvensionalpun, yang katakanlah tidak mengenal konsep alternatif, umumnya sistem menyediakan /bin/sh yang me-link ke /bin/bash misalnya.
        -> Digunakan oleh multi-call binary seperti busybox. Busybox adalah sebuah binary yang di dalamnya telah tersimpan multifungsi. Salah satu cara untuk memanggil fungsi busybox adalah dengan membuat symlink dengan nama fungsi yang diinginkan ke binary busybox. Begitu symlink dipanggil, maka busybox akan dijalankan sesuai nama symlink-nya.
Pembuatan symlink
Untuk membuat symlink, gunakanlah perintah ln dengan parameter -s. Contoh berikut ini ingin membuat sysmlink dari /bin/bash ke direktori aktif dengan nama yang sama:
$ ln -s /bin/bash
lnbinbas
Semntara, apabila nama lain diinginkan, perhatikanlah contoh berikut:
$ ln -s /bin/bash bash2
lnbinbas2
$ ls -al bash2
ls-albash2
Kesalahan akan terjadi apabila file telah tersedia:
$ ln -s /bin/bash bash2
lnsbas22
Pengguna dapat memaksa agar pembuatan symlink dilakukan secara paksa walaupun sudah terdapat file dengan nama yang sama, dengan memberikan opsi -f. Sebagau contoh :
$ ln -sf /bin/bash bash3
lnsbas3
$ ls -al bash3
lsbas3
Kapankah menggunakan symlink? Jawabannya adalah setiap saat Anda membutuhkan fungsionalitas seperti pada contoh kegunaan symlink yang sudah dibahas sebelumnya. Atau, umumnya, kapan saja Anda membutuhkan fungsionalitas link/shortcut.
2. Sebuah filesystem bergantung pada struktur data akan file - filenya, disamping isi file. Dulunya disebut metadata yang menjelaskan data. Setiap file terkait dengan inode, yang terindentifikasi dengan penomoran bilangan bulat, atau biasa disebut dengan i-number atau inode-number (inode).

Sebuah file atau lebih yang dihasilkan dari penggandaan / cloning file (biasanya menggunakan perintah ln) dimana file ini sama persis dengan sumber penggandanya baik isi content didalamnya hingga nilai dari inode nya pun sama dan memilik keterkaitan antara satu dengan yang lain (apabila yang satu berubah yang lainnya akan mengikuti) disebut hardlinks

sebuah file atau lebih yang dihasilkan dari penggandaan / cloning file (biasanya menggunakan perintah ln) dimana file ini sama persis dengan sumber penggandanya serta memiliki hubungan dari hasil ganda dengan sumber karena bersifat shortcut dan file hasil ganda sangat bergantung dari file sumber disebut softlinks aka symlink.

Hardlinks dan softlink dapat dikatakan sama tetapi juga berbeda :
1. Hardlinks dan softlink secara konten isi sama dengan sumber penggandanya.
2. Hardlinks dapat berdiri sendiri apabila file sumber hilang/dihapus dll.
3. Softlink tidak dapat berdiri sendiri apabila file sumber hilang/dihapus dll.



Berikut ilustrasi menggunakan perintah ln


Hardlinks

area lokasi folder Video dimana tidak ada file



dimulai dengan membuat file dengan isi "ini sebuah file"



Membuat hardlink dengan perintah ln basic.file hardlink.file



terlihat file basic.file dan hardlink.file  meliki nilai i-number yang sama 214895
bagaimana jika file basic.file kita ubah isinya atau sebaliknya :



terlihat ketika isi basic.file diubah isi hardlink.file juga ikut berubah dan begitu juga sebaliknya.

mari dicoba dihapus basic.file



Tampak hardlink.file juga masih ada dan tidak mengalami gangguan sama sekali.



Softlinks

Buat file basic.file dan gandakan dengan perintah ln -s basic.file softlink.file
(sebelumnya isi folder Video telah saya kosongkan)


Tampak isi basic.file dan softlink.file memiliki isi yang sama dan softlink.file termasuk kategory link yang mengarah pada basic file. Mari dicoba mengubah isi serta menghapus file basic


Nah tampak pada perubahan dari basic.file juga mempengaruhi softlink.file dan begitu juga sebaliknya. Ketika dihapus basic.file maka softlink.file mengalami pengaruh sehingga tidak dapat digunakan.


Nah hardlinks sangat cocok apabila digunakan untuk membackup suatu file cadangan (misal database ataupun log) karena isi content tetap dapat mengikuti file sumber (serta size).
Untuk softlinks sendiri dapat digunakan membuat shortcut link dimana size tetap kecil.

Nah untuk penggunaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mana yang akan digunakan, semoga membantu

2. Tugas Pretest Asleb









 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar